Warga Morut diajak tanam cabai di pekarangan rumah
Kolondale- Warga Morut (Morowali Utara), Sulawesi Tengah diajak tanam cabai dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk kepentingan pemenuhan pangan keluarga.
“Upaya ini juga bagian dari strategi menjaga inflasi daerah, terutama menanam tanaman produktif,” kata Bupati Morowali Utara Delis J Hehi, Jumat (7/11/2025).
Baca juga: Hestiwati Nanga dikukuhkan sebagai bunda literasi Parimo
Ia mengemukakan, pemanfaatan lahan pekarangan memberikan manfaatkan terhadap warga dari aspek penghematan ekonomi keluarga.
Karena bahan pangan salah satu komoditas yang dapat memicu inflasi, oleh sebab itu memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman hortikultura merupakan solusi yang tepat dalam membatu menjaga stabilitas inflasi daerah.
Baca juga: Penyelesaian konflik tenurial harus berkeadilan
“Langkah sederhana ini sangat membatu warga memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, sekaligus menciptakan lingkungan rumah yang hijau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, menanam tanaman produktif seperti cabai sangat bermanfaat untuk kesejahteraan keluarga, karena hasilnya tidak hanya sekedar dikonsumsi sendiri, tetapi juga dapat menambah nilai ekonomis dengan cara di jual ke pasar.
Saat ini harga cabai rawit di Morowali Utara sekitar Rp37.500 per kilogram, maka untuk menghemat pengeluaran bercocok tanam salah satu langkah tepat dilakukan, warga juga dapat mengambil bibit dari instansi teknis terkait yakni Dinas Pertanian.
Baca juga: Wabup Parimo tekankan validitas data program “Berani Menyala”
“Langkah ini juga mendukung program ketahanan pangan yang gencar dilakukan pemerintah pusat. Kami meminta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dapat berkerja sama dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat, maupun penyediaan bibit cabai maupun tanaman produktif lainnya,” ucap Delis.
Ia menambahkan, para kepala desa perlu menggencarkan kampanye gerakan tanam cabai kepada masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
Baca juga: Wakil Bupati Morut dorong OPD jemput program pusat di tengah pengurangan dana transfer
“Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) juga perlu terlibat memberikan penguatan kepada warga, sehingga kotakan itu masif dilakukan di masing-masing wilayah,” kata dia. (RoMa)
Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah dan Menko Marves bahas ekspor durian

Tinggalkan Balasan