Parigi- Wabub (Wakil Bupati) Parigi MoutongAbdul Sahid menekankan pentingnya validitas data dalam pelaksanaan program “Berani Menyala” agar penyaluran bantuan pemasangan instalasi listrik bagi masyarakat kurang mampu berjalan adil dan merata di seluruh wilayah kabupaten.

Hal itu disampaikan Wabup saat membuka rapat sinkronisasi data program bupati dan wakil bupati serta program Gubernur Sulawesi Tengah “Berani Menyala” di Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (6/11/2026).

“Pendataan harus dilakukan berdasarkan satu rumah, bukan jumlah kepala keluarga dalam rumah tersebut. Semua data wajib dilampirkan dengan fotokopi KTP, KK, dan foto penerima. Kita ingin pelaksanaan program ini merata di 23 kecamatan,” kata dia.

Baca juga: Rp94 miliar dana transfer dialihkan untuk pelayanan dasar

Ia menambahkan, apabila terdapat keterbatasan anggaran, maka penentuan prioritas penerima bantuan akan didasarkan pada kategori desil kemiskinan, bukan berdasarkan wilayah.

Ia mengingatkan, proses pemasangan dilakukan secara bertahap sehingga masyarakat penerima bantuan perlu diberikan pemahaman agar tidak timbul persepsi bahwa bantuan langsung diterima setelah pendataan.

Baca juga: Wakil Bupati Morut dorong OPD jemput program pusat di tengah pengurangan dana transfer

Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Parigi Moutong, Mohammad Aflianto Hamzah, mengungkapkan masih terdapat ketidaksinkronan data antara kecamatan, desa, dan pemerintah daerah.

Bahkan, ditemukan pengajuan langsung ke provinsi tanpa melalui kabupaten yang menyebabkan tumpang tindih data penerima.

“Kami minta para camat menyampaikan secara benar kepada kepala desa bahwa data yang dikirim harus valid. Walaupun masyarakat sudah didata, belum tentu pemasangan dilakukan langsung karena membutuhkan proses bertahap sesuai kemampuan anggaran. Yang penting penerima sudah terdaftar, pasti akan dipasang,” ujarnya.

Baca juga: Sidang isbat nikah bentuk jaminan kepastian hukum bagi pasutri

Ia menegaskan, prioritas penerima bantuan adalah rumah yang berada pada jalur tiang listrik, sedangkan rumah di wilayah yang belum teraliri jaringan akan menunggu tahap pengembangan berikutnya.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Aswini Dimpel, menambahkan bahwa Program “Berani Menyala” merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan dan beririsan dengan program perumahan serta bantuan rumah tidak layak huni.

“Program ini terhubung dengan data desa, data sosial, dan data perumahan. Karena itu, pendataan harus terkoordinasi antara Dinas Sosial, Dinas Perumahan, kecamatan, dan desa. Data juga perlu dipisahkan berdasarkan kategori desil satu sampai empat agar penyaluran bantuan tepat sasaran,” katanya.

Baca juga: Wakil Bupati parimo tekankan pentingnya budaya bersih

Aswini menegaskan bahwa alur data yang benar adalah dari desa, camat, kemudian pemerintah daerah, dan setiap data harus ditandatangani serta dikoordinasikan agar memiliki dasar hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Diharapkan seluruh pihak dapat menjaga koordinasi dan komunikasi yang baik dalam pelaksanaan program tersebut.

“Yang kita jaga adalah keadilan. Program ini harus dirasakan secara merata oleh masyarakat Parigi Moutong,” tuturnya. (Mikha)

Baca juga: Pemerintah Indonesia pastikan kesiapan ekspor durian ke China