Wabup Morut pimpin rapat memelihara kedamaian pasca bentrok warga Desa Keuno dan Bimor Jaya
Kolonodale- Wabub (Wakil Bupati Morowali Utara Djira memimpin rapat koordinasi untuk tetap memelihara kedamaian pasca bentrok antara beberapa warga Desa Keuno dan Desa Bimor Jaya, Kecamatan Petasia Timur pada 18-19 Juli lalu.
Rapat yang dihadiri Waka Polres Morut Kompol Suriadi berlangsung di ruang rapat Wabub Morut di Kolonodale, Selasa (22/7/2025).
Selain itu, hadir pula Kasatpol PP Buharman Lambuli, Danramil 1311/03 Petasia Kapt. Inf Muhar, Camat Petasia Timur Mustatin, Kepala Desa Keuno Bartonius Marawo, Ketua BPD Keuno, Kepala Desa Bimor Jaya Absalom Auw, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat kedua desa.
Baca juga: TPID diinstruksikan kawal pengaliran bapang di Parimo
Wabub mengharapkan agar masyarakat tetap tenang dan memelihara kedamaian sambil menunggu hasil pengembangan dan proses penyelidikan aparat kepolisian.
“Disini kita tidak bicara soal kronologis atau detail bentrokan. Itu ranah pihak kepolisian dan sementara dalam penanganan,” jelasnya.Wabup juga menegaskan bahwa bentrokan yang terjadi di jalan hauling Desa Mohoni bukan antar desa atau antar suku, tetapi hanya perorangan atau oknum.
Baca juga: Kebakaran pasar Inpres Manonda Palu, 16 pedagang terdampak
“Mari kita berpikir tenang dan mencari solusi damai agar kejadian ini tidak berkembang dan merusak persaudaraan sesama warga Morut,” harapnya.
Wabup juga mengharapkan agar camat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, ikut berperan menyampaikan pesan-pesan kedamaian agar masalah ini cepat terselesaikan.
Wakapolres Morut Kompol Suriadi menegaskan pihak kepolisian masih terus mengusut kasus bentrokan yang melibatkan beberapa orang.
Baca juga: UGM dan Morut kerja sama penyelenggaraan KKN mahasiswa
Dalam peristiwa itu empat orang mengalami luka-luka dan salah seorang di antaranya luka parah hingga harus dirujuk ke Palu untuk mendapatkan pertolongan.
Menurut Wakapolres, hingga kini pihak kepolisian sudah menetapkan delapan orang tersangka dan tujuh orang sudah ditahan.
Satunya lagi tidak ditahan karena masih dibawah umur.Pada kesempatan itu, baik Camat Petasia Timur, Kades Keuno dan Kades Bimor Jaya serta tokoh-tokoh masyarakat yang hadir semuanya mengharapkan agar pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku lainnya yang masih bebas berkeliaran.
Baca juga: Morowali Utara komitmen tangani sampah berbasis lingkungan
Bahkan mereka juga secara khusus memohon agar seorang ibu (EB) harus ditanggap dan dikeluarkan dari Morut karena diduga kuat dialah yang berada di balik peristiwa ini.
“Sudah berulang kali dia (EB) bikin susah kami. Pelaku bentrokan ini juga kelompoknya. Warga Bimor Jaya selama ini hidup rukun dengan sesama warga Morut,” ujar Kades Bimor Jaya Absalom Auw. (Ale/Ryo)
Baca juga: Warga Baliara unjuk rasa tolak tambang pasir

Tinggalkan Balasan