Satgas PHL: Aktivitas PETI di Tinombo Selatan berdampak negatif terhadap pesisir pantai
Parigi- Satgas PHL (Satuan Sugas Penegakan Hukum Lingkungan) Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Tinombo Selatan memberikan dampak negatif terhadap ekosistem pesisir pantai setempat.
“Petugas kami sempat memotret dan mendokumentasikan lewat video udara bagian muara sungai di perbatasan Desa Siaga dan Desa Maninili, airnya keruh,” kata Sekretaris Satgas PHL Parigi Moutong Muhammad Idrus, Jumat (12/6/2026).
Ia mengemukakan pihaknya membidik titik baru di wilayah tersebut karena dampaknya langsung terlihat pada perairan sekitar yang berubah drastis.
Baca juga: Sembilan terdakwa PETI di Parimo jalani sidang
Ia menjelaskan sedimentasi dari aktivitas penambangan mengalir bebas ke laut, material lumpur mulai menutupi hamparan terumbu karang di wilayah pesisir.
Akibatnya, ekosistem bawah laut rusak dan ruang tangkap nelayan tradisional terganggu.
“Laporan kami terima dari warga, aktivitas penambang menggunakan dua unit alat berat untuk mengeruk material,” ujarnya.
Baca juga: Satgas PHL koordinasi dengan Gakkum terkait PETI di hutan produksi Desa Tombi
Satgas PHL juga telah mengantongi identitas aktor intelektual di balik aktivitas tersebut.
“Oknum pemain di lokasi PETI tersebut adalah warga setempat, inisial R,” ucapnya.
Satgas menegaskan kasus di Tinombo Selatan menjadi prioritas, penertiban segera dilakukan guna menghentikan kerusakan lingkungan. (Wan)
Baca juga: Pemkot Palu ajak Kadin kolaborasi berdayakan UMKM

Tinggalkan Balasan