Karhutla di Kasimbar, Pemkab kerahkan armada damkar
Parigi- Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) terjadi di Desa Labuan Donggulu, Kecamatan Kasimbar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong mengerahkan armada pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan penanganan.
“Dua armada damkar dikerahkan untuk memadamkan api,” kata Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai, Rabu (25/2/2026).
Ia mengemukakan, belum diketahui penyebab karhutla dan pemkab bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
Menurut informasi diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong pada Pukul 20.24 Wita, peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Rabu (25/2) malam sekitar Pukul 20.00 Wita.
Baca juga: Tim terpadu karhutla maksimalkan penggunaan alat pemadam
Pihaknya juga mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) berjumlah lima orang guna melakukan kajian cepat atas peristiwa bencana non alam tersebut.
“Kami belum bisa memastikan jumlah luas area terdampak kebakaran. Area yang terbakar terletak di gunung dan penanganan darurat mengerahkan kendaraan damkar,” ujarnya.
Dilaporkan, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah dari peristiwa itu, namun kondisi di lapangan cukup mengkhawatirkan karena angin bertiup kencang sehingga api dengan cepat menyebar ke area sekitar.
“Angin kencang berpotensi menimbulkan titik api baru, karena kondisi lahan di wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat cuaca ekstrem,” ucap Rivai.
Baca juga: Durian Montong berpeluang didaftarkan KI
BPBD saat ini terus berupaya membangun koordinasi dengan instansi teknis terkait, pemerintah kecamatan dan desa setempat guna penanganan terpadu karhutla.
Kondisi dilapangan saat ini diharapkan dapat diatasi secepat mungkin, kemudian di satu sisi mobilisasi kendaraan damkar dari ibu kota kabupaten ke lokasi karhutla cukup jauh diperkirakan butuh waktu 1 jam 30 menit.
Saat ini TNI bersama warga setempat sedang berupaya memadamkan api menggunakan alat manual berupa tanki semprot.
Baca juga: Lingkungan pendidikan inklusi bentuk layanan kepada Disabilitas
“Kami mengimbau masyarakat jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. Karhutla yang terjadi pada awal Februari menjadi pelajaran bagi kita semua,” tuturnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan