Parigi- Tim terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong memaksimalkan penggunaan peralatan manual untuk memadamkan api di titik kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan peralatan yang digunakan berupa tangki semprot dan mesin alkon sebagai alat pompa air.

“Peralatan yang digunakan berupa tangki semprot dan mesin alkon untuk memompa air, terutama dalam penanganan titik api di atas gunung,” kata Rivai di Parigi, Sabtu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dioperasikan pada wilayah yang masih dapat dijangkau, sementara mesin alkon dan tangki semprot digunakan untuk menjangkau medan sulit yang tidak bisa dilalui armada damkar.

Baca juga: Pemkab Parimo siapkan posko terpadu penanggulangan karhutla

Meski membutuhkan tenaga ekstra, BPBD menilai pola penanganan tersebut cukup efektif. Hingga Sabtu sore, api dilaporkan tidak lagi terlihat di sebagian besar lokasi kebakaran.

“Selain melakukan pemadaman, tim juga melakukan pembersihan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran ulang,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara hasil asesmen BPBD Parigi Moutong hingga hari ketujuh penanganan karhutla, total luas lahan terdampak mencapai sekitar 147 hektare, meningkat dari data sebelumnya yang tercatat sekitar 90 hektare.

Rinciannya, lahan terdampak berada di Dusun IV Desa Toboli dan Dusun I Desa Avolua seluas sekitar 29 hektare, Dusun II dan III Desa Avolua seluas sekitar 99 hektare, wilayah perbatasan Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara dan Desa Uevolo, Kecamatan Siniu seluas sekitar 19,66 hektare, serta Desa Towera, Kecamatan Siniu seluas sekitar 2,2 hektare.

“Api sebagian besar sudah dapat dikendalikan. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh tim di lapangan. Masih terdapat beberapa titik api di atas gunung dan tim terus berupaya melakukan penanganan,” kata Rivai.

Ia menambahkan, tim terpadu penanggulangan karhutla terdiri atas berbagai unsur, antara lain pemadam kebakaran sebanyak 70 personel, Manggala Agni Kementerian Kehutanan 10 personel, TRC BPBD Sulawesi Tengah 10 personel, TRC BPBD Parigi Moutong 17 personel, TNI 130 personel, dan Polri 40 personel.

Selain itu, terdapat dukungan dari Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak 12 personel, Dinas Kesehatan delapan personel, Palang Merah Indonesia enam personel, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) 10 orang, serta relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) 15 orang. Unsur perangkat daerah lainnya seperti BPBPK Sulawesi Tengah, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan juga turut terlibat.

“Total personel yang tergabung dalam tim terpadu penanggulangan karhutla sebanyak 334 orang. Kami juga didukung 12 unit kendaraan operasional, tiga di antaranya mobil pemadam kebakaran dan sisanya mobil tangki penyuplai air, serta bantuan 70 unit tangki semprot untuk pemadaman api,” kata Rivai. (Wan)