Parigi– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Konsultasi Publik I penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai penguatan onseptataruang aerah.

“Penataan ruang tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antara instansi, dunia akademik, dan masyarakat sangat penting agar perencanaan ruang dapat berjalan efektif dan partisipatif,” kata Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid baru-baru ini.

Ia menegaskan, penyusunan KLHS menjadi instrumen penting untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat.

Baca juga: Hestiwati Nanga raih penghargaan Bunda PAUD Nasional 2025

Parigi Moutong diketahui memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, kehutanan hingga pariwisata. Pengelolaan yang bijaksana dinilai penting untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang dapat menghambat pembangunan jangka panjang.

Pada kesempatan tersebut, tim ahli yang diwakili Baso Nur Ali memaparkan keterkaitan antara RTRW, D3TLH, dan RPPLH.

Ia menjelaskan, bahwa proses penyusunan tata ruang harus didasari data lingkungan hidup yang akurat dan terukur untuk memastikan pembangunan sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Baca juga: Pemkab Parimo sebut belum ada gejolak Harga pangan

Adapun hubungan antara RTRW, D3TLH, dan RPPLH dipaparkan sebagai berikut, inventarisasi lingkungan hidup sebagai dasar penentuan D3TLH daerah, kemudian nalisis D3TLH sebagai input RPPLH untuk memastikan kebijakan berbasis data ilmiah, RPPLH sebagai dasar RTRW yang menjadi arah strategis pembangunan wilayah, RTRW mengatur pemanfaatan ruang berdasarkan kepastian lingkungan dengan KLHS sebagai instrumen penguji kesesuaian rencana.

“Peran KLHS memastikan rencana tata ruang sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, tim ahli menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk penguatan penyusunan RTRW Parigi Moutong, di antaranya enyusunan RDTR berbasis D3TLH untuk Parigi Kota dan Parigi Barat, termasuk integrasi data bencana guna menghasilkan zonasi yang presisi, lalu penetapan zona konservasi pesisir dan mangrove di Parigi Selatan hingga Tinombo untuk mencegah abrasi dan degradasi ekosistem.

Baca juga: Direktur Bapanas periksa mutu beras bantuan pangan di Parimo

selain itu, rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah hulu Sinui–Palasa untuk menjaga ketersediaan air dan mencegah intrusi air laut, pemantauan kualitas air dan limbah di kawasan Teluk Tomini, terutama limbah tambak guna menjaga daya tampung lingkungan pesisir.

“Penguatan koordinasi antarinstansi, termasuk DLH, Bappeda, dan Dinas PUPR untuk memastikan sinkronisasi antara perencanaan tata ruang dan perlindungan lingkungan,” kata dia. (Mikha)

Baca juga: Sekolah di Parigi Moutong dapat bantuan TV pintar