Parigi- Penanganan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) membuka opsi meminta bantuan helicopter untuk memadamkan api, karena posisi kebakaran berada diatas gunung yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran (damkar).

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah guna mempercepat penanganan karhutla, termasuk kemungkinan pemadaman melalui udara.

“Kami segera berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk percepatan penanganan. Dari hasil peninjauan yang kami lakukan, diperlukan pemadaman langsung dari udara,” kata Erwin saat meninjau lokasi karhutla di Desa Avolua, baru-baru ini.

Ia mengemukakan, berdasarkan peta citra satelit yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, luas lahan terbakar di Parigi Moutong diperkirakan mencapai sekitar 90 hektare, meningkat dari laporan sebelumnya sekitar 42 hektare.

Sambil menunggu realisasi opsi bantuan helikopter, Pemkab Parigi Moutong saat ini masih melakukan upaya pemadaman secara manual dengan peralatan terbatas.

“Kami juga segera mengirim 30 unit mesin alkon untuk menyedot air serta alat pelindung diri dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, medan yang sulit serta hembusan angin kencang menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan, mengingat sebagian besar titik kebakaran berada di kawasan pegunungan.

Saat ini, Pemkab Parigi Moutong mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran yang didukung dua unit mobil tangki milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah.

Hingga hari kelima penanganan karhutla, tim gabungan yang terdiri atas personel BPBD, pemadam kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, TNI dan Polri, tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan, aparat desa, serta masyarakat setempat terus memaksimalkan upaya pemadaman.

“Kami juga telah meminta bantuan peralatan dari BNPB berupa tangki semprot dan alat pelindung diri bagi petugas di lapangan,” kata Erwin.

Selain itu, ia telah menginstruksikan instansi teknis terkait untuk melakukan pendataan terhadap kebun masyarakat yang terdampak karhutla. (Wan)