Kebun warga di Parigi Moutong terdampak karhutla
Parigi- Kebun warga sekitar 20 hectare terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah Andi Sembiring mengatakan hingga saat ini api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian.
“Api belum sepenuhnya padam dan tim di lapangan masih terus berupaya melakukan pemadaman,” kata Andi Sembiring di Palu, baru-baru ini.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, kebakaran terjadi pada Minggu (1/2) sekitar pukul 22.00 WITA. Api diduga berasal dari aktivitas pembersihan kebun kelapa dan pembakaran semak kering di wilayah tersebut.
Kondisi lahan yang kering menyebabkan api dengan cepat membesar dan merembet ke lahan lainnya sehingga sulit dikendalikan. Akibat peristiwa tersebut, sekitar 20 hektare kebun milik warga terbakar.
Lahan yang terdampak meliputi sejumlah area perkebunan masyarakat, antara lain kebun durian, kakao, kelapa, cengkih, dan pala. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian itu.
“Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan, namun hingga Senin malam api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan kebakaran terdiri atas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD kabupaten, unsur TNI/Polri, aparat desa, serta masyarakat setempat.
BPBD juga telah melakukan asesmen lanjutan dan berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong guna mempercepat penanganan darurat.
“Dalam upaya pengendalian kebakaran, kami menyampaikan kebutuhan mendesak berupa mesin pompa air dan selang pemadam kebakaran untuk memperkuat proses pemadaman di lapangan,” kata Andi.
Hingga saat ini, masih terdapat titik api aktif dan petugas terus berupaya mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan pihaknya telah meminta bantuan sekitar empat armada tambahan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk membantu proses pemadaman.
Saat ini, tiga unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Tim dari Kementerian Kehutanan juga telah diperbantukan dalam upaya pengendalian kebakaran. Selain itu, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk dukungan armada dan sarana prasarana agar api dapat segera dikendalikan,” ujarnya. (Wan)

Tinggalkan Balasan