Parigi- Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Parigi Motuong (Parimo), Sulawesi Tengah menyiapkan posko terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai tempat pusaat koordinasi penanganan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai, dihubungi dari Palu baru-baru ini, mengatakan posko tersebut dibangun untuk mendukung koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana nonalam berupa karhutla.

“Posko ini dibangun untuk kepentingan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam melakukan penanggulangan bencana nonalam (karhutla),” katanya.

Baca juga: Area terdampak karhutla di Parigi Moutong meluas

Ia mengemukakan, hingga hari keempat kejadian karhutla di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, petugas masih terus berjibaku melakukan upaya pengendalian, baik menggunakan kendaraan pemadam kebakaran (damkar) maupun secara manual.

Menurut Rivai, penyebaran titik api yang sebagian besar berada di kawasan perbukitan dan pegunungan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, karena akses lokasi sulit dijangkau armada damkar.

“Langkah yang dilakukan saat ini masih menggunakan metode manual, khususnya untuk kebakaran di atas gunung dan bukit. Kami juga sedang meminta bantuan penambahan armada dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah maupun BNPB untuk percepatan penanggulangan,” ujarnya.

Baca juga: Morowali Utara pertahankan UHC jamin layanan kesehatan warga

Ia menjelaskan, pembangunan posko terpadu tersebut sejalan dengan penetapan status siaga darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang berlaku mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2026.

Penetapan status itu, kata dia, merujuk pada imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Tengah yang dapat memicu terjadinya bencana alam maupun nonalam.

“Informasi terkait perkembangan penanganan karhutla dapat diakses melalui posko terpadu. Posko ini kami dirikan di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, dengan radius yang cukup aman dari lokasi kebakaran,” kata Rivai.

Baca juga: Pemerintah Parigi Moutong terima LHP BPK semester II 2023

Ia menambahkan, bantuan satu unit mobil tangki BPBD serta dua unit mobil tangki milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah telah tiba dan dioperasikan sebagai penyuplai air untuk kendaraan damkar serta kebutuhan air bersih.

“Kami berharap bantuan kendaraan lainnya dapat segera masuk untuk memperkuat armada yang beroperasi di lapangan,” ujarnya. (Wan)