Morut- Morowali Utara, Sulawesi Tengah menerapkan kembali pembelajaran tatap muka setelah sempat dialihkan penerapan pembelajaran jajark jauh atau daring karena karena dapak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pembelajaran tatap muka diaktifkan pada Selasa 3 November 2026 setelah setelah pemerintah setempat mengeluarkan surat edaran Nomor 400.3.1/299/DISDIKBUD/XI/2026,” kata Bupati Morowali Utara Delis J hehi di Kolonodale, Senin.

Ia mengemukakan kebijakan itu berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Morowali Utara.

Dimana sebelumnya pemerintah setenpat menerapkan pembelajaran daring pada 29 Oktober 2026 karena kualitas udara di kabupaten itu buruk.

Menurut pemantauan regional oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kosentrasi PM2,5 berkisar antara 36,9 mikrogram hingga 46,4 mikrogram.

“Satuan pendidikan harus memastikan lingkungan sekolah bersih, aman, dan nyaman. Tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan masker,” ujarnya.

Kata dia kembalinya aktivitas belajar di sekolah menjadi momentum untuk membangun kembali semangat belajar, memperkuat interaksi, serta meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus bangsa.

Selain itu pelaksanakan kegiatan ekstrakurikuler secara bertahap disesuaikan kondisi kesehatan lingkungan, sekaligus mengajak orang tua/wali murid mendukung keberlangsungan pembelajaran tatap muka.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Kebijakan itu kami ambil demi kepentingan kesehatan anak,” tutur Delis.