Morowali Utara dapat tambahan pendapatan dari Industri pertambangan
Kolonodale- Kabupaten Morowali Utara dan Morowali mendapat tambahan pendapatan dari sektor industri pertambangan untuk penguatan fiskal daerah.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar hadid, Jumat (23/10/2026) tampil sebagai inspektur upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Morowali Utara yang ke-13.Upacara bendera tersebut berlangsung di Pelataran Kantor Bupati Morut di Kolonodale, Jumat (23/10/2026).
Gubernur yang hadir bersama Ketua PKK Provinsi Sulteng Hj. Sry Nirwanti Bahasoan tampil dengan pakaian adat Mori. Begitupun dengan pejabat dan tamu undangan lainnya.
Kehadiran gubernur disambut langsung Bupati Morut Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, Wakil Bupati H. Djira K, S.Pd, M.Pd, dan anggota DPD RI yang juga Ketua TP PKK Morut Febriyanthy Hongkiriwang, S.Si, Apt.Dalam upacara tersebut hadir pula Kasdam XIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Boyke Baja Imanuel Sirait, Kapolres Morut AKBP Junaidy Anthonius Weken SIK, dan Direktur Eksekutif Apkasi Dr. Sarman Simanjorang, M.Si.Selain itu hadir pula Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar, Wakil Bupati Banggai Kepulauan Serfi Kambey, Direktur Bank Sulteng, Kalapas Kolonodale, dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengungkapkan bahwa Menteri ESDM telah menyetujui Kabupaten Morowali dan Morowali Utara masuk sebagai “daerah pengolah” mineral.Keputusan ini sangat penting.
Sebab sebelumnya Kepmen ESDM 157 tidak mencantumkan Morowali dan Morowali Utara sebagai “daerah pengolah” melainkan hanya sebagai “daerah penghasil” meskipun wilayah ini merupakan pusat industri hilirisasi dan smelter nikel.
“Keputusan ini penting karena terkait dengan pemasukan daerah. Angkanya tidak kecil. Ini kabar baik di tengah kondisi perekonomian saat ini,” jelasnya.
Gubernur menjelaskan. dengan status baru sebagai daerah pengolah, kedepan Morowali dan Morut akan mendapat tambahan 8 persen dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Daerah lain di Sulteng tidak dapat karena bukan daerah pengolah.
“Jadi pak bupati, paling lambat tahun depan sudah bisa sedikit tersenyum,” ujar gubernur yang disambut tepuk tangan hadirin.
Gubernur juga menginformasikan bahwa kondisi PT. GNI yang kini melakukan PHK besar-besaran diharapkan bisa segera pulih kembali dengan masuknya investor baru di perusahaan tambang tersebut.
Melihat kondisi di areal penambangan saat ini, mantan Bupati Morowali tersebut minta kepada Bupati Morut dan Bupati Morowali untuk berkordinasi dengan pemilik perusahaan untuk mengantisipasi dampak negatif berupa banjir jika masuk musim hujan.
Menurutnya, asap tebal yang terjadi saat ini di hampir semua daerah, sebagai akibat pencemaran dan penggundulan hutan dan itu akan berbahaya jika tidak diatasi sejak dini.Selanjutnya.
Gubernur memaparkan perkembangan pekerjaan jalan utama yang menjadi harapan Pemda Morut dan masyarakat Morut selama ini.Proyek jalan itu di antaranya, Jalan poros Beteleme – Nuha dengan anggaran Rp 48 M dikerjakan dengan sistem multi-years saat ini sedang dikerjakan. Ditargetkan selesai tahun depan.* Poros Pape-Tomata sementara dikerjakan. Ditargetkan tuntas tahun 2027.
Poros Baturube – Tambayoli sudah ditetapkan anggarannya sebesar Rp 121 M. Dikerjakan secara multi-years. Poros Ganda ganda – Towi dengan anggaran Rp 35 M mulai dikerjakan bulai ini.
Awalnya pekerjaan jalan sepanjang 13 km ini akan dikerjakan dan dibiayai perusahaan pertambangan sebagai bagian dari CSR. Namun karena belum ada gerakan apa-apa, maka dibiayai APBN.
Dalam upacara memperingati HUT Morut ke-13 juga ditampilkan aksi polusi cilik dari SD Negeri 2 Kolonodale dan polisi cilik binaan Polres Morut.Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan berbagai bantuan dan penyerahan hadiah dan piagam penghargaan dari berbagai lomba dan prestasi.
HUT Morut ini juga ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun olah Bupati Morut yang kemudian diserahkan kepada Gubernur Sulteng dan pejabat lainnya. (RoMa)

Tinggalkan Balasan