Desa Tontowea berani melangkah jadi desa digital
Morut- Desa Tontowea, Kecamatan Petasia Barat berani melangkah menjadi desa digital, kata Bupati Morowali Utara Delis J hehi setelah diluncurkan pada Sabtu (27/12/2025).
Peluncuran ini menandai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dalam mempercepat digitalisasi pelayanan publik hingga ke tingkat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Delis menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Pemerintah Desa Tontowea beserta seluruh elemen masyarakat atas komitmen dan keberanian melakukan terobosan inovatif di tengah tantangan keterbatasan infrastruktur.
Baca juga: Safari Natal momentum memperkuat persaudaraan dan pelayanan
Menurutnya, kehadiran Desa Digital merupakan wujud nyata transformasi pelayanan publik yang modern, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Launching Desa Digital ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Digitalisasi pelayanan desa sejalan dengan visi kita mewujudkan desa yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” ujar Bupati Delis.
Ia menegaskan, penerapan sistem pelayanan berbasis digital akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam mengurus administrasi desa secara lebih cepat, transparan, dan efisien.
Baca juga: Basarnas latih 120 siswa SPN Polda Sulteng tentang SAR
Bupati Delis juga berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Morowali Utara untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Dengan layanan digital, masyarakat tidak lagi dipersulit oleh jarak dan waktu. Ini sekaligus menjadi contoh bahwa desa mampu berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada warganya,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Provinsi Sulawesi Tengah, Febriyanthi H. D. J. Hehi, S.Si., Apt, turut memberikan apresiasi atas langkah progresif Desa Tontowea dalam melaunching Desa Digital, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan jaringan internet. Ia menilai, keberanian tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah desa dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Polisi ungkap tiga kasus ilegal fhising di Sulteng
“Ini adalah langkah luar biasa. Dengan adanya Desa Digital, berbagai urusan administrasi kini dapat diakses langsung dari desa tanpa harus ke pusat pemerintahan,” ungkap Febriyanthi.
Ia pun menyampaikan harapannya agar Desa Digital Tontowea dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta terus dikembangkan seiring peningkatan kualitas jaringan dan sumber daya manusia.
“Selamat atas launching Desa Digital Tontowea. Semoga kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.
Baca juga: Arahan Menag tentang visi pendidikan siap diimplementasikan UIN Datokarama
Kegiatan launching Desa Digital Tontowea turut dihadiri Anggota DPRD Morowali Utara Arman Purnama Marunduh, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Krispen Hebret Masu, S.STP., M.Si, sejumlah kepala OPD, perwakilan Kapolsek dan Danramil, Camat Petasia Barat, serta Kepala Desa Tontowea beserta jajaran. (RoMa)

Tinggalkan Balasan