Parigi Moutong ikut penilaian KLA Kementerian PPA
Parigi- Parigi Moutong mengikuti penilaian program Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) berlangsung secara virtual.
“Parigi Moutong salah satu daerah ikut dalam penilaian KLA dengan target dapat meraih kategori KLA Nindya,” kata Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Parigi Moutong Kartikowati di sela-sela penilaian, Rabu (28/5/2025).
Ia menjelaskan pada penilaian itu ada lima klaster yang menjadi fokus yakni klaster hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus.
Baca juga: 69 relawan Palu dikirim bantu penanganan banjir Wombo
Secara teknis kolaborasi pemerintah lintas sektor dan lembaga menjadi bagian dari rangkaian penilaian bagaimana strategi meningkatkan pemenuhan hak-hak anak, kemudian keterlibatan forum anak termasuk layanan ramah anak, baik di lingkungan pendidikan atau sekolah, Rumah Sakit (RS)/puskesmas maupun di ruang pelayanan publik lainnya.
“Khusus kolaborasi pemerintah dan lembaga masing-masing mempresentasikan program dan kegiatan kepada tim penulis, sedangkan forum anak melayani wawancara langsung anak dengan tim penilai Kementerian PPA,” ujarnya.
Ia mengemukakan, menuju KLA Nidya pemerintah daerah (pemda) harus mengumpulkan poin tinggi, Parigi Moutong berhasil mengumpulkan sekitar 800 poin pada pemasukan data dan dokumen yang dibutuhkan untuk kepentingan penilaian.
Baca juga: UGM dan Morut kerja sama penyelenggaraan KKN mahasiswa
Sehingga pemda setempat optimis predikat KLA Nindya bisa tercapai atau dua tingkat lebih tinggi dari predikat KLA sebelumnya yakni Pratama.
“Pada pencapaian KLA tingkat Pratama nilai Parigi Moutong di angka 500 poin, tahun ini setelah dilakukan simulasi kami dapat meraih nilai sekitar 800 sehingga kaki optimis bisa meraih tingkat Nindya,” tutur Kartikowati.
Ia mengatakan komitmen yang kuat dalam memenuhi hak-hak anak hingga kini masih menjadi prioritas, yang mana Parigi Moutong empat tahun berturut-turut meraih predikat penghargaan KLA sejak 2019, 2021, 2022, 2023, dan Tahun 2025 pemerintah pusat melalui kementerian terkait mengadakan kembali penilaian KLA tingkatan kabupaten/kota.
Baca juga: Tim SAR gabungan temukan satu korban banjir di Wonbo Donggala
“Di Sulawesi Tengah pada simulasi sebelumnya Parigi Moutong memperoleh poin tinggi. Semoga kerja keras ini membuahkan hasil yang baik,” kata dia. (Wan)
Baca juga: Sulawesi Tengah pertahankan LP2B untuk keberlanjutan swasembada

Tinggalkan Balasan