Parigi- Gelar haji yang didapatkan para jamaah haji 2026 harus dibarengi dengan sikap teladan dalam peragaulan dilingkungan masyarakat, kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase.

“Sikap teladan menjadi cerminan bagi seseorang yang bergelar haji,” kata Erwin saat menyambut kedatangan para Jamaah haji asal Parigi Moutong, Kamis (25/6/2026).

Ia mengemukakan status haji tidak sekadar menjadi prestise, melainkan cerminan dari peningkatan kualitas akhlak, ibadah, dan kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan rukun Islam merupakan perjalanan spiritual yang memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan hingga semangat kebersamaan.

Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Para jamaah haji memiliki peran penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga persatuan serta kerukunan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Di kesempatan itu ia mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari proses pemberangkatan, pendampingan selama berada di Tanah Suci, hingga proses pemulangan ke daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Parigi Moutong Subhan menjelaskan total haji asal kabupaten itu sebanyak 100 orang, terdiri atas 98 haji dan dua petugas pendamping, dengan rincian 31 orang laki-laki dan 69 perempuan.

“Satu orang haji atas nama Syahrudin Andi Sappo Berkisar (77) belum kembali ke daerah karena masih menjalani perawatan medis di Balikpapan, Kalimantan Timur,” ucapnya.

Kondisi kesehatan yang bersangkutan menurun setelah menempuh perjalanan panjang dari Madinah menuju Indonesia, sehingga harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut setibanya di Balikpapan.

Kata dia, koordinasi dengan pihak keluarga telah dilakukan sejak awal. Petugas haji, pihak terkait, dan otoritas rumah sakit terus berkomunikasi dengan keluarga guna memantau perkembangan kondisi jamaah tersebut.

“Gelar haji bukan hanya sekedar simbol, harus diimplementasikan dengan sikap dan tindakan yang terpuji,” tutur Subhan. (Wan)