Parigi- DPRD Parigi Moutong mengatakan program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat membangun dari desa harus memiliki manfaat yang besar bagi kelangsungan hidup masyarakat di desa.

Menurut DPRD program di gagas Bupati-Wakil Bupati Parigi Moutong Erwim Burase-Abdul Sahid belum menunjukan hasil, oleh karena itu program tersebut arus digenjot.

“Belum memperlihatkan bentuk yang sesungguhnya. Salah satu contohnya pembagian gas gratis bagi masyarakat ekonomi lemah yang sampai saat ini belum terlihat keseriusannya,” kata anggota DPRD Parigi Moutong Arman Lawaha dalam rapat paripurna pembahasan LKPJ di ruang sidang DPRD, Selasa (8/4/2026).

Ia mengemukakan DPRD memiliki kewajiban mengingatkan pemerintah daerah (pemda) supaya program prioritas yang telah dijanjikan tidak berhenti pada tataran perencanaan semata.

Ia menegaskan, masyarakat saat ini menunggu realisasi konkret dari visi pembangunan yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik.

Kritik serupa juga disampaikan anggota DPRD dari PPP, Abdin, yang menyoroti janji pemerintah daerah terkait penerangan jalan di sejumlah wilayah Parigi.

“Memang ada yang sudah menyala, tapi faktanya masih banyak titik yang gelap. Ini berdampak langsung bagi masyarakat, bahkan memicu kecelakaan di sejumlah wilayah,” kata Abdin.

Selain persoalan penerangan jalan, Abdin juga menyinggung minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap para pejuang pemekaran Kabupaten Parigi Moutong menjelang peringatan HUT ke-24.

“Selama ini belum pernah ada undangan khusus bagi para pejuang pemekaran, padahal mereka punya jasa besar bagi daerah ini,” tegasnya.

Rangkaian kritik dalam rapat paripurna itu menjadi sinyal meningkatnya pengawasan DPRD terhadap jalannya program pemerintahan, terutama agar janji politik benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang dirasakan masyarakat. (Wan)