Kolonodale- Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Morowali Utara (Morut) menggandeng Universitas DIponegoro (Undip) melakukan terobosan penanganan masalah sampah dan air bersih sebagai bagian dari pengembangan tridharma perguruan tinggi serta pengembangan daerah.

Keja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman berlangsung di Semarang bebrapa Waktu lalu, diupayakan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan daerah berbasis riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Morowali Utara dorong PPRG bantu tekan perkawinan anak

Bupati Morowali Utara Dis Julkarson Hehi hdir didampingi Sekretaris Daerah Musda Guntur, Asisten I Krispen Masu, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Rombongan Pemda Morowali Utara diterima langsung oleh Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, SE, M.Si, bersama Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Wijayanto, S.IP, M.Si, Ph.D.

Rektor Undip menyambut hangat dan penuh antusias kerja sama yang digagas tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan wujud nyata implementasi tridharma perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat secara langsung.

Dalam sambutannya, Bupati Morowali Utara menyampaikan apresiasi atas respons positif Universitas Diponegoro terhadap rencana kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam menghadirkan solusi konkret bagi persoalan daerah.

Baca juga: FKUB Sulteng pakai slogan BahagiaBeragama BeragamaBahagia

“Kami sangat mengapresiasi sambutan dan komitmen Universitas Diponegoro. Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi fondasi penting untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, khususnya dalam penanganan persampahan, penyediaan air bersih, serta berbagai persoalan strategis lain di Morowali Utara,” ujar Delis.

Bupati juga menyatakan optimismenya bahwa kolaborasi ini akan memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan daerah, terutama di tengah pesatnya perkembangan industri yang turut membawa tantangan lingkungan.

Baca juga: Program UIN Datokarama 2026 harus sejalan program nasional

Penandatanganan MoU tentang Pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi menjadi tonggak awal kerja sama tersebut. Ke depan, nota kesepahaman ini akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis yang melibatkan perangkat daerah terkait sesuai bidang masing-masing.

Usai audiensi, agenda dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan sampah “Zero Waste” di Kampus Universitas Diponegoro. Sistem pengelolaan sampah ramah lingkungan tersebut menarik perhatian rombongan Pemda Morowali Utara dan dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di daerah.

Model pengolahan sampah berbasis zero waste ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi atas persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan di Morowali Utara sebagai dampak dari pertumbuhan industri. Dengan penerapan bertahap dan dukungan akademisi, Pemda optimistis persoalan lingkungan dapat ditangani secara berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan. (RoMa)

Baca juga: Delapan wilayah rawan malaria di Parimo segera RDT