Po’ona- PT Oddell Indonesia, sebuah perusahaan kakap di sektor pertambangan nikel, akan segera memulai kegiatan ‘hauling’ atau pengangkutan bahan baku nikel (ore) dari lokasi penambangan di Desa Po’ona dan Lembobaru, Kecamatan Lembo Raya ke lokasi pabrik nikel.

“Insya Allah, ‘hauling trial’ akan kita laksanakan mulai Kamis, 22 Oktober dari lapangan penumpukkan ore Desa Po’ona,” kata Devi Eko, Pemimpin Area Morowali Utara PT. Oddell Indonesia dalam acara sosialisasi kegiatan perusahaan dengan masyarakat Desa Po’ona, Rabu (21/10/2026).

Menurut Devi, uji coba hauling ini dimaksudkan untuk menguji tiga hal pokok sebelum aktivitas hauling utama dilangsungkan, yakni menguji kelaikan jalan, keamanan dan unit-unit armada yang digunakan.

Dalam pemaparan perusahaan di depan seratusan warga dan dihadiri beberapa pejabat Pemda Morut, kecamatan dan desa, Devi menjelaskan bahwa PT. Oddell memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP) Produksi seluas 3.050 hektare.

Seluas 3.000 ha adalah hutan produksi dan 822 hektare di antaranya telah mendapat izin pinjam pakai untuk pengelolaan dan operasi penambangan, yang mencakup dua desa yakni Po’ona dan Lembobelala.

Panji, salah seorang manajer operasional PT. Oddel Indonesia wilayah Morut mengatakan bahwa untuk kegiatan penambangan ini, Oddel telah memiliki izin Amdal serta dispensasi penggunaan jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten untuk hauling tersebut.

Namun Oddel juga sedang membangun jalan hauling khusus, termasuk pembangunan tiga buah jembatan sehingga beberapa desa bisa terhubung satu dengan lainnya karena dilintasi jalan hauling tersebut.

Panji juga mengungkapkan bahwa Oddell Indonesia tahun 2026 ini mendapat izin priduksi ore sebanyak 400.000 metrik ton yang akan diproduksi sampai Desember 2026.

“Tahun 2027 nanti, kami sudah memgajukan Rencana Induk Perencanaan dan Pengembangan produksi dengan target satu juta metrik ton,” kata Panji.

Terkait produk yang akan segera dimulai, Devi Eko mengatakan bahwa perusahaan telah memutuskan untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial kemasyarakatan (CSR-Community Sosial Responsibility) sebesar Rp5.000/metrik ton sesuai realisasi produksi setiap bulan.

Dari jumlah tersebut, kata dia, Desa Po’ona dan Lembobelala sebagai desa inti (ring-1) masing-masing Rp1.000/metrik ton, sedangkan Rp3.000 lainnya akan didistribusikan secara merata kepada 13 desa yang dilintasi jalur hauling.

Dana CSR ini akan diserahkan setiap awal bulan yang pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah desa untuk membiayai 8 pilar CSR antara lain pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, sosial, keagamaan, pertanian dan infrastruktur desa.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Poona Arnol K. Ndeusu dalam sosialisasi itu mengajukan 14 poin usulan masyarakat desa kepada PT. Oddel Indonesia seperti perekturan tenaga kerja, penanganan dampak lingkungan, dan CSR, yang disetujuan untuk dipenuhi perusahaan.

Sosialisasi berlangsung 4 jam lebih dan berjalan dinamis dan saling pengertian dalam rasa persaudaraan. (RoMa)