Kepala Desa diinstruksikan data kebun warga terdampak karhutla
Parigi- Kepala Desa di Kabupaten Parigi Moutong diinstruksikan mendata kebun-kebun warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di kabupaten itu.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengatakan pendataan tersebut dilakukan melalui pemerintah kecamatan dan desa guna memperoleh data riil terkait dampak kebakaran.
“Sudah saya instruksikan masing-masing pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan kebun warga yang terdampak,” kata Erwin di Parigi, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pendataan kebun warga penting dilakukan untuk mengetahui besaran dampak yang ditimbulkan akibat karhutla, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanggulangan dan rehabilitasi pascakebakaran.
“Langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam penanggulangan karhutla, bukan hanya berjibaku memadamkan api, tetapi juga menyiapkan upaya rehabilitasi setelah kebakaran,” ujarnya.
Hingga hari keenam penanganan karhutla di Parigi Moutong, api belum sepenuhnya dapat dipadamkan karena keterbatasan peralatan, hembusan angin kencang, serta lokasi titik api yang berada di kawasan pegunungan sehingga menyulitkan petugas menjangkau lokasi kebakaran.
Saat ini, upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran yang didukung dua unit mobil tangki sebagai penyuplai air. Selain itu, tim gabungan juga menggunakan peralatan manual berupa tangki semprot dan mesin alkon.
“Sudah ada bantuan alat pompa air atau mesin alkon serta tangki semprot dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan untuk memperkuat percepatan pemadaman api,” kata Erwin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga membuka opsi pemadaman dari udara menggunakan helikopter. Langkah tersebut tengah dikoordinasikan dengan Gubernur Sulawesi Tengah.
“Titik karhutla terparah berada di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Berdasarkan data sementara dari peta citra satelit yang dirilis BPBD Sulawesi Tengah, sekitar 90 hektare lahan terbakar dan tersebar di sejumlah desa,” ujarnya.
Dalam penanganan kondisi darurat, kata dia, Pemkab Parigi Moutong memanfaatkan anggaran belanja tidak terduga yang bersumber dari APBD setempat.
“Sejauh ini belum ada laporan kerugian masyarakat akibat peristiwa karhutla karena proses pendataan masih berlangsung,” katanya. (mikha)

Tinggalkan Balasan